Cara Efektif Mengelola Keuangan Bisnis [TERLENGKAP]

Cara Efektif Mengelola Keuangan Bisnis [TERLENGKAP]

Cara Efektif Mengelola Keuangan Bisnis [TERLENGKAP]

Growth Hacking
Keuangan Bisnis

Dalam bisnis, untung dan rugi merupakan fenomena yang sering terjadi. Tapi hendaknya, jangan mengalami kerugian karena kecerobohan dalam mengatur keuangan. Karena berbeda dengan keuangan pribadi, keuangan bisnis sifatnya lebih universal dan berkaitan dengan hajat hidup orang banyak, karyawan misalnya.

Sebelum belajar berbisnis, seseorang harus mempelajari ilmu dasar tentang pengelolaan keuangan bisnis. Setidaknya, harus tahu bagaimana menempatkan diri dan mengelola keuangan dengan baik. Jadi, tanpa peran ahli keuangan pun, pengelolaan keuangan bisnis masih bisa dihandle dengan sempurna.

Baca Juga: Vidio Company Profile Perusahaan

Meskipun terlihat sepele, faktanya mengelola perputaran uang dalam bisnis itu tidak mudah. Jika ingin lebih praktis, menggunakan jasa consultant keuangan adalah pilihan yang efektif. Namun jika kamu ingin yang lebih mudah dan tanpa biaya, coba terapkan beberapa tips berikut ini.

Cara Mengatur dan Mengelola Keuangan Bisnis

Dalam sebuah perusahaan yang dibutuhkan bukan hanya pemimpin atau karyawan biasa, tapi turut mempekerjakan orang-orang cerdas di bidangnya. Salah satu bidang yang bekerja paling keras adalah keuangan. Mereka yang memiliki pengelandian penuh terhadap arus masuk dan arus keluar keuangan perusahaan.
Cara Efektif Mengelola Keuangan Bisnis
Arus Kas Usaha

Selain produk, perputaran keuangan usaha adalah bagian yang paling menentukan kelangsungan usaha tersebut - Divedirektori

Agar Anda bisa bekerja profesional seperti staf keuangan perusahaan, terapkanlah beberapa aturan pengelolaan keuangan bisnis di bawah ini:

1. Kenali Seluruh Aspek Keuangan

Sebelum belajar lebih jauh, seorang pebisnis atau calon pebisnis harus mengetahui teori dasar dari keuangan bisnis. Bagaimana cara mengetahuinya? Tentu dengan belajar dan banyak membaca atau berinteraksi dengan ahli keuangan dan pebisnis profesional.

Memahami tiap-tiap aspek keuangan akan membantu Anda mengelola keuangan bisnis dengan mudah. Mulailah dengan mempelajari laporan keuangan, disana terpampang jelas setiap aspek dari keuangan bisnis anda.

Laporan keuangan memang memiliki bahasa yang sulit dimengerti, terutama bila Anda bukan berasal dari jurusan keuangan, ekonomi dan lainnya. Maka dari itu, pelajari cara membaca laporan tersebut hingga Anda benar-benar menguasainya.

Ini penting karena dari laporan keuangan, adalah salah satu cara paling mudah untuk melihat keluar masuk uang perusahaan anda.

2. Pisahkan Harta Pribadi Dengan Milik Usaha

Hal sederhana yang banyak membuat pebisnis pemula gagal adalah mengganggap sepele perlunya memisahkan antara harta pribadi dengan milik usaha. Padahal, ada banyak kerugian yang akan Anda peroleh ketika menggabungkan harta pribadi dan milik usaha.

Di mana, arus uang yang masuk dan keluar akan menjadi berantakan. Terlebih bila karakter Anda, sulit mengendalikan diri untuk membelanjakan uang. Tidak menutup kemungkinan, jika kas usaha akan Anda gunakan untuk membeli kebutuhan pribadi.

Bila sudah seperti itu, akan sulit untuk mengembangkan bisnis karena modal yang terlanjur habis digunakan untuk pengeluaran pribadi. Solusi termudah mengatasi kondisi ini tidak lain dengan memisahkan harta pribadi dan milik usaha.

Anda bisa membuka rekening kedua yang nantinya akan digunakan untuk menyimpan dana milik perusahaan. Jadi, kas milik usaha tidak akan masuk ke rekening pribadi karena memiliki jalurnya sendiri. 

3. Buat Catatan Uang Masuk dan Keluar

Sebelumnya telah dijelaskan pentingnya memahami cara membaca dan mengelola laporan keuangan. Setelah memasuki dunia bisnis sebenarnya dan mendapatkan pelanggan, laporan keuangan bukan lagi menjadi sebuah wacana.

Anda benar-benar harus membuat laporan keuangan, dari mana uang masuk dan untuk apa uang digunakan. Minimal anda harus membuat laporan arus kas. Sederhananya laporan arus kas adalah peputaran uang masuk dan keluar dalam satu periode akuntansi.

Catat semua pengeluaran dan pemasukan dalam satu buku kas. Bila memungkinkan, jangan lupa untuk menyertai seluruh laporan dengan catatan atau nota.

Jika arus pemasukan lancar, lakukan pengontrolan secara teratur. Usahakan tidak memiliki tagihan yang belum dibayar, termasuk gaji karyawan dan utang piutang. Dengan memenuhi konsep ini, Anda jadi mengetahui rincian keuntungan yang diperoleh dalam satu bulan, tentunya setelah dipotong pengeluaran usaha dan kebutuhan lainnya.

4. Pisahkan Pengeluaran Ke Dalam Dua Kategori

Saat mengelola keuangan bisnis, lakukan pemisahan keuangan menjadi dua kategori, yakni kas kecil dan dan kas di bank. Dalam istiilah akuntansi ini dikenal sebagai patty cash (kas kecil) dan rekonsiliasi di Bank.

Kasi kecil atau patty cash adalah dana cash yang disimpan di perusahaan yang digunakan untuk membiayai pembelian atau pengeluaran yang jumlahnya tidak terlalu besar. Ada dua metode yang sering digunakan dalam patty cash, yakni metode tetap dan metode berubah.

Dan untuk jumlah yang lebih besar, sebaiknya keungn disimpan di Bank atau pihak lain yang sudah terpercaya. Ini akan memudahkan kamu dalam mengelola keuangan dengan lebih baik. Kas yang ada di Bank ini bisa digunakan untuk menerima pembayaran dari pelanggan atau melakukan pembayaran dalam jumlah besar.

Dalam kas di Bank, ada istilah rekonsiliasi yang wajib dilakukan oleh pemilik usaha. Rekonsiliasi Bank sendiri sederhananya adalah membandingkan catatan yang ada di laporan arus kas perusahaan dan pembukuan yang ada di Bank.

5. Simpan Uang di Bank atau Kantor

Dengan alasan untuk memberikan keamanan yang lebih baik terhadap keuangan usaha, beberapa pemilik bisnis justru memberikan izin kepada karyawan yang mengelola keuangan untuk membawa pulang saja saat belum sempat disimpan di Bank.

Kelihatannya memang sepele, kebijakan seperti ini kadang justru membuat arus keuangan menjadi tidak efektif. Uang yang dibawa pulang memiliki prosetase yang lebih besar untuk digunakan oleh karyawan.

Oleh karena itu, sebaiknya simpan uang cash masuk di kantor atau langsung dilakukan deposit ke Bank saja.

6. Beri Pengawasan Lebih pada Aspek yang Rawan

Setiap usaha pasti memiliki beberapa aspek yang kondisinya sangat rawan untuk diselewengkan, baik oleh karyawan atau pelanggan sendiri. Kamu sebagai pemilik bisnis harus melakukan pengawasan lebih terhadap beberapa aspek yang rawan tersebut.


Contohnya beberapa bagian yang rawan untuk diselewengkan adalah harga jual dan bagian stocl produk. Ini adalah dua bagian yang sering diselewengkan dalam usaha.

Banyak karyawan yang melakukan kenaikan harga tanpa seizin perusahaan agar mereka dapat keuntungan dalam penjualan tersebut. Tentu saja ini merugikan anda sebagai pemilik bisnis dan juga pelanggan.

Aspek lain yang tidak kalah penting adalah stock produk. Ini bagian lain yang juga sering dimanipulasi dimana produk sebenarnya sudah terjual, namun dalam laporan dinyatakan masih ada. Kamu sebagai pemilik bisnis harus melakukan pengecekan bagian ini secara rutin.

7. Lakukan Evaluasi Keuangan

Yang dimaksud dengan evaluasi keuangan merupakan kegiatan akhir yang wajib dilakukan untuk mencapai beberapa tujuan. Tujuan utama adalah mengetahui pencapaian yang telah dicapai oleh bisnis Anda dalam satu periode evaluasi keuangan. Apakah bisnis yang Anda kelola benar-benar memberikan keuntungan atau justru sebaliknya.

Dengan melakukan evaluasi keuangan ini, Anda akan mengetahui kondisi keuangan sebenar-benarnya yang terjadi pada bisnis yang Anda kelola. Ketika hasil yang diperoleh kurang baik bahkan merugikan, Anda bisa langsung mencari jalan keluar bahkan melakukan introspeksi.

Sementara itu, tujuan kedua melakukan evaluasi keuangan adalah menunjukkan pola pengeluaran kas usaha yang berlangsung selama satu periode. Bila fakta di lapangan menunjukkan lebih banyak minus dari plusnya, Anda bisa menjadikan evaluasi keuangan tersebut sebagai perbaikan. Usahakan agar pada evaluasi keuangan di periode berikutnya tidak terjadi kerugian yang sama.


Demikianlah beberapa cara mengelola keuangan bisnis yang baik dan benar. Bila Anda tertarik untuk menjalankan bisnis secara mandiri atau berpartner dengan orang lain, wajib sekali memahami cara pengelolaan keuangan.

Jangan sampai, Anda menjalankan bisnis hanya dengan mengandalkan intuisi tanpa membentengi diri dengan persiapan apa pun. Dan selain mempersiapkan banyak modal, siapkan juga beberapa amunisi pengetahuan terutama pengetahuan tentang pengelolaan keuangan.

Tidak ada komentar: