Mengetahui Gaya Kepemimpinan yang Baik dalam Organisasi

Mengetahui Gaya Kepemimpinan yang Baik dalam Organisasi

Mengetahui Gaya Kepemimpinan yang Baik dalam Organisasi

Growth Hacking
Mengetahui Gaya Kepemimpinan yang Baik dalam Organisasi

Pemimpin harus memiliki pengaruh kuat terhadap kelompok atau organisasi. Tujuannya untuk mencapai target atau sasaran yang sebelumnya telah dirundingkan dan disepakati bersama. Berdasarkan teori kepemimpinan, seorang pemimpin biasanya mengimplementasikan satu dari sembilan gaya kepemimpinan.

Masing-masing gaya kepemimpinan memiliki tantangan dan kesulitan tersendiri. Pada hakikatnya, gaya kepemimpinan seorang pemimpin juga dipengaruhi oleh sifat dan karakter yang terbentuk sejak kecil.

Baca Juga: Cara Mengelola Keuangan Usaha

Ini disebut sebagai teori genetic, selain berdasarkan genetika terbentuknya seorang pemimpin juga didasari pada keadaan social dan ekologis.

5 Karakter yang Dimiliki Seorang Pemimpin

Sebelum membahas tentang gaya kepemimpinan, hendaknya Anda mengenal terlebih dahulu beberapa karakter atau sifat dasar yang melekat kuat pada diri seorang pemimpin.

  • Kecerdasan: Seorang pemimpin wajib memilik kemampuan untuk memecahkan masalah, menafsirkan sesuatu dan kemampuan komunikasi yang lebih baik dari seluruh anggotanya. 
  • Integritas: Berpegang teguh pada kejujuran dan memiliki prinsip tentang batasan-batasan yang membuat anggota kelompok lain sangat percaya terhadapnya. 
  • Kepercayaan Diri: Mampu berdiri sendiri dan yakin dengan keahlian juga kecerdasan yang dimilikinya. 
  • Sosiabilitas: Seorang pemimpin memiliki karakter yang menyenangkan, friendly tapi disisi lainnya mampu mengendalikan diri dan bersikap bijaksana. 
  • Determinasi: Memiliki hasrat yang sangat besar untuk melakukan sesuatu atau menyelesaikan pekerjaan yang telah dilakukan sebelumnya. Terkadang sifatnya ini memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap orang lain.


6 Gaya Kepemimpinan Dalam Organisasi

pemimpin baik

Setelah memahami apa saja sifat dasar dari para pemimpin, selanjutnya pahami pula apa saja gaya kepemimpinan yang melekat pada seorang pemimpin berikut ini:

1. Kepemimpinan Partisipatif

Seorang pemimpin dengan gaya kepemimpinan ini umumnya sangat disukai oleh para anggota organisasi. Karena baik aspirasi maupun pendapat anggota bisa disampaikan dan diterima oleh pemimpin.

Pemimpin membuka akses luas pada semua anggota untuk ikut berpartisipasi dalam pengambilan keputusan. Sehingga, baik pemimpin dan anggota organisasi bersama-sama memberikan penilaiannya.

Hubungan yang tercipta dalam lingkungan organisasi merupakan hubungan persahabatan yang harmonis. Baik pemimpin dan anggota organisasi saling mempercayai antara satu dan lainnya. Dengan begitu suasana kerja kantor sangat mendukung untuk melakukan berbagai pekerjaan yang menguras tenaga.

2. Kepemimpinan Transformasional

Karakter yang muncul dari gaya kepemimpinan ini memiliki banyak sisi positif. Seorang pemimpin dengan gaya kepemimpinan transformasional memiliki kemampuan untuk menginspirasi orang banyak terutama anggotanya.

Mereka tidak segan untuk terjun langsung dalam berbagai tahapan yang diperlukan. Pemimpin juga tidak ragu untuk menolong pekerjaan anggota organisasinya yang mengalami kesulitan hingga sasaran dan tugas bisa diselesaikan dengan sempurna.

Sifat utama yang ditunjukkan dari pemimpin ini adalah semangat dan jiwa pantang menyerah. Semangat itulah yang akhirnya mengobarkan api semangat pada seluruh anggota organisasinya.

3. Kepemimpinan Delegatif

Ada banyak keuntungan dan kerugian ketika seorang pemimpin menerapkan gaya kepemimpinan ini pada organisasinya. Kepemimpinan delegatif memberikan kebebasan berbicara dan bertindak pada para anggota organisasi secara mutlak.

Pemimpin akan menerima dengan tangan terbuka seluruh keputusan yang dibuat oleh masing-masing anggota organisasi. Kerugian menerapkan gaya kepemimpinan ini akan terlihat jelas ketika masing-masing anggota kelompok belum memiliki kecakapan dalam mengambil keputusan, namun didorong oleh pemimpin untuk melakukannya.

Namun keuntungan yang didapat tentu juga sebanding dengan resikonya, jika semua berjalan dengan lancar, perusahaan akan mampu memanfaatkan dengan baik seluruh kemampuan yang dimilikinya. 

Bukalapak adalah salah satu perusahaan yang menggunakan cara seperti ini untuk karyawannya. Namun kita harus tahu bahwa mereka (bukalapak) memiliki parameter sendiri untuk menilai kinerja karyawan, sehingga meskipun diberikan kebebasan, perusahaan tetap dapat mengukur kinerja karyawannya dengan terukhur.

4. Kepemimpinan Melayani

Hubungan yang tercipta antara pemimpin dan anggota organisasi biasanya sangat kaku, bahkan terkadang memiliki jurang tak kasatmata. Uniknya, dalam gaya kepemimpinan ini seorang pemimpin menunjukkan hal sebaliknya.

Mereka cenderung mengutamakan kepentingan, kebutuhan juga pendapat para anggotanya terlebih dahulu baru kemudian memenuhi kepentingannya sendiri.

Batasan-batasan yang digunakan oleh pemimpin saat melaksanakan programnya adalah moral spiritual. Pemimpin akan bersikap melayani para anggota organisasi, namun tetap memegang teguh nilai-nilai moral maupun spiritualnya.

5. Kepemimpinan Situasional

Mereka yang menerapkan gaya kepemimpinan ini merupakan pemimpin yang berorientasi pada penyesuaian diri. Mereka akan melihat perkembangan yang terjadi pada anggota dan kondisi yang terjadi di organisasinya.

Gaya kepemimpinan ini secara alami akan mengkombinasikan antara situasi yang terjadi dengan proses kepemimpinannya. Pemimpin setidaknya menerapkan empat gaya dalam menjalankan organisasi maupun pengambilan keputusan di antaranya:
  • Telling-Directing: Saat menerapkan gaya ini, seorang pemimpin akan cenderung melakukan segala sesuatunya berdasarkan penilaian pribadi. Mereka akan mulai dengan memberitahu para anggota organisasi dilanjutkan dengan memberikan arahan sekaligus memimpin dan terakhir menerapkannya. 
  • Delegating: Pemimpin memiliki hak penuh dan mutlak untuk mengamati, mendelegasi maupun mengawasi hingga tahap penyelesaian. 
  • Participating-Supporting: Gaya ini lebih condong pada peran pemimpin sebagai pemimpin yang bijaksana dan perhatian pada anggota organisasinya. Di mana dia tidak ragu untuk mengajak, menyemangati dan bekerja sama dengan anggota organisasi. 
  • Selling-Coaching: Gaya pemimpin yang paling sulit untuk diimplementasikan karena cenderung bersifat menjual dan membujuk.

6. Kepemimpinan Karismatik

Secara definisi, karismatik merupakan kepribadian berwibawa yang muncul secara alami dari diri seseorang. Kepribadian berwibawa yang kemudian mempengaruhi orang-orang yang ada di sekitarnya untuk bersikap nyaman tanpa meninggalkan kesan segan.

Pemimpin karismatik cenderung mudah mendapatkan simpati dari orang di sekitarnya. Mayoritas anggotanya memiliki kaitan emosional yang dalam dengan sang pemimpin karena perasaan kagum. Seorang pemimpin dikatakan berhasil menerapkan gaya kepemimpinan ini jika mampu mempesona dan meyakinkan seluruh anggota untuk mengikuti keputusan yang diambilnya, tanpa mengalami kesulitan.


Itulah enam gaya kepemimpinan yang selama ini diterapkan oleh seorang pemimpin pada organisi dan terbukti bisa berjalan dengan baik. Tidak hanya UKM, Gaya kepemimpinan tersebut biasanya juga diterapkan pemimpin pada perusahaan. Dengan begini kita bisa lebih mudah dalam menjalankan usaha.

Tidak ada komentar: